Rabu, 04 Agustus 2010

Langkah Kecil untuk Perdamaian

Berjalan kaki sudah menjadi bagian dari kehidupan. Namun buat 40 orang yang tergabung dalam kegiatan Walk The Peace, berjalan kaki itu jadi sebuah langkah kecil untuk menyuarakan perdamaian di seantero bumi. "Ada 20 warga negara asing dan 20 warga negara Indonesia yang ikut serta," kata Erick Lincoln (46) yang menjadi penggagas kegiatan tersebut bersama Irfan Amalee, seorang penulis dari Indonesia.

Meski memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda, keduanya memiliki konsep yang sama tentang solusi konflik di Indonesia khususnya dan umumnya di dunia. Konsep perdamaian itu adalah melalui generasi muda.

Menurut Erick, para peserta kegiatan Walk The Peace akan berjalan kaki dari Kota Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat menuju ke Pantai Pangandaran yang jaraknya sekitar 200 kilometer. Penggagas Peace Generation yang asli Amerika Serikat itu mengatakan kegiatan berjalan kaki untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian itu diikuti oleh peserta dari Indonesia, Amerika, Korea Selatan, dan Kanada. "Mereka mendaftar lewat internet," katanya dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Kamis, 05 Februari 2009

Dari Ujungberung ‘Menginvasi’ Australia

 
…You may say Im a dreamer,
but Im not the only one,
I hope some day you'll join us,
and the world will be as one.

Imagine all the people
Sharing all the world...

Lirik lagu Imagine karya John Lenon ini memang bisa dipersepsi atau menjadi inspirasi buat banyak orang. Tidak terkecuali grup musik cadas asal Ujungberung, Bandung, Burgerkill.

Dengan aransemen ulang, Vicki sang vokalis membuka lagu ini lewat sentuhan jarinya di atas tuts keyboard. Ebenz (gitar), Andris (drum), Agung (gitar melodi), dan Ramdan (bas) yang berpakaian serba hitam tampak berusaha mengikuti nada-nada kelam dan berat yang mengiringi warna suara Vicki.

Burgerkill memilih untuk menciptakan keharmonisan suara saat mereka bersama-sama menyanyikan bagian refrain dari lagu tersebut. Geraman yang menjadi ciri khas dari grup musik tersebut seakan tertahan ketika mereka membawakan lagu ini pada Rabu (4/2) malam dalam dinginnya ballroom Grand Hyatt Regency, Bandung.

Rabu, 14 Januari 2009

Kala Jurnalis dan Media Massa Terjerembab

Kala Jurnalis dan Media Massa Terjerembab

"Israel Bunuh Wartawan", begitu Republika memberi judul untuk berita utamanya pada Senin (12/1). Singkat, padat, dan jelas.

Tiga alinea awal dari berita itu saya cantumkan di bawah ini,

GAZA CITY -- Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk Israel yang melakukan pembunuhan kepada seorang wartawan yang sedang meliput di Gaza, Fadal Shana (23 tahun), Ahad (11/1). Sebelumnya, tentara Israel juga menyerang sekolah PBB yang menjadi tempat berlindung pengungsi serta menembaki konvoi bantuan kemanusiaan PBB.

Fadal Shana adalah warga Palestina yang bekerja sebagai kamerawan Kantor Berita Reuters. Saat terbunuh, dia tidak melakukan pelanggaran prosedur. Dia juga sedang mengenakan jaket yang sangat jelas memperlihatkan simbol-simbol kewartawanan. Mobilnya pun ditempeli stiker yang mudah diidentifikasi sebagai mobil wartawan.''Fadal Shana dibunuh saat mengambil gambar sebuah tank Israel di Gaza tengah,'' kata Presiden OANA, Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga pimpinan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, dalam pernyataannya yang dimuat situs web OANA, kemarin. OANA organisasi 44 kantor berita dari 33 negara di Asia-Pasifik.

Mukhlis menilai, Israel sengaja menjadikan wartawan dan kendaraan wartawan sebagai target. Padahal, kata Ahmad Mukhlis, wartawan dan kendaraannya sangat mudah diidentifikasi dari tulisan 'Press' atau 'TV'. ''Tolong, jangan tembak wartawan. Menjadikan wartawan sebagai target merupakan sebuah skandal dan pelanggaran HAM. Kebenaran tidak bisa dikabarkan jika jurnalis tak bebas bergerak,'' katanya.

Seperti terlihat dalam tayangan televisi dan dimuat di situs video-sharing, penembakan Fadal Shana dilakukan berulang-ulang, bahkan ketika korban sudah tersungkur tak bergerak. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan dari Reuters tentang insiden itu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...